Menyikapi Hadist Dla’if

Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya, mengenai beramal dengan hadits dhaif merupakan hal yang diperbolehkan oleh para Ulama Muhadditsin, Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum, namun tak sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits dhoif, karena hadits dhoif banyak pembagiannya,

Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa hukum dengan berlandaskan dengan hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa tidak membatalkan wudhu, dengan berdalil pada hadits Aisyah ra bersama Rasul saw yang Rasul saw menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa berwudhu, hadits ini dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan hukum thaharah. Continue reading

Categories: Khazanah Khilafiyah | Tags: , , , , | 1 Comment

MENGENAL MADZHAB ADH DHAHIRI (الظاهرى)

BAB I
PENDAHULUAN
Segala Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan maunahNya kepada kita sekalian. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. yang membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni ajaran agama Islam.
Dalam ilmu ushul fiqh dikenal para ulama-ulama yang berjtihad  dalam merumuskan hukum-hukum fiqh, berikut ini Madzhab-madzhab Ahli Sunnah yang masih berkembang, diantaranya adalah Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal. Dan kita juga perlu untuk mngetahui Madzhab-madzhab Sunni yang telah lenyap diantaranya adalah Madzhab Al- Auza’i, Madzhab Ats- Tsauri, Madzhab Al- Laits, Madzhab Adh- Dhahiri dan Madzhab Ath- Thabari.
Kita harus mengerti ijtihad apa yang telah mereka lakukan? Dan landasan dasar apa yang mereka gunakan, sehingga kita mengetahui hukum-hukum itu diambil.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan metode ijtihad dari Madzhab-madzhab Sunni yang telah lenyap yaitu dari Madzhab Adh- Dhahiri beliau merupakan salah satu diantara mazhab fiqih kalangan ahlusunnah wal jamaah, dan beliau juga  banyak menghafal hadits-hadits dan merupakan seorang faqih mujtahid atas sebuah mazhab yang berdiri sendiri di luar mazhab empat yang terkenal setelah sebelumnya beliau menjadi mengikut mazhab Asy-Syafi’iyah. Continue reading
Categories: Khazanah Khilafiyah | Tags: , , , | Leave a comment

Risalah Poligami

Berhubung masih anget karena ulah eyang subur dan pria-pria kesandung sapi, daripada njendol diotak coba bikin tulisan tentang poligami ;) Continue reading

Categories: Otak-otak | Tags: , , | 1 Comment

Sunni atau Syiah: Muslim di Indonesia memang Beda

Setelah Peristiwa Karbala, kekejaman rezim Yazid bin Muawiyah berlanjut. Penduduk Madinah dan Makkah yang menuntut balas atas kematian Hussein ditumpas dengan cara keji.

Kota Madinah dikepung, lalu penduduk lelakinya dibantai-nya, wanitanya diperkosa yang dikenal dengan Peristiwa al-Harrah. Kebrutalan dan kebiadaban “Syiah” Muawiyah hampir serupa orang Mongol. Di Hadapan kubur Nabi, mereka menyembelih dan memperkosa.

Di Mekkah pun demikian, Kota Mekkah dikepung. Bahkan Baitullah Kakbah pun sempat runtuh. Jadi pasca peristiwa Karbala, Umat Islam pecah menjadi tiga golongan. Syiah Ali, Syiah Muawiyah dan Golongan Ketiga.

Orang-orang Mekkah dan Madinah berusaha mencari selamat dengan mengungsi, ada yang ke Yaman dan ada pula yang menyebrangi lautan lalu terdampar di Kalimantan. Dan sampai sekarang anak-cucunya menjadi Raja di Brunei Darussalam termasuk Continue reading

Categories: Muslim Indonesia | Tags: , , , | 5 Comments

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,321 other followers